AFIKRI
Menu Click to open Menus
Home » All About Batu Permata » Mengenal Batu Permata Ruby

Mengenal Batu Permata Ruby

(178 Views) Agustus 25, 2018 10:31 pm | Published by | No comment


Mengenal batu ruby, warna merahnya sangat menggoda bagi kolektor batu permata.

Ruby adalah batu dari alam yang jenis corundum yang mempunyai kekerasan 9 skala mohs, satu tingkat kekerasan dibawah berlian yang 10 mohs.

Karena kekerasan batu ruby maka sering di identikkan dengan keabadian menyamai berlian (diamond).

Batu rubi juga disebut King of Gemstone (Raja dari Batu Permata), dan sering ditautkan dengan seseorang yang kelahiran di bulan juli.

Disamping kekerasan dan keindahan batu ruby, terdapat banyak kepercayaan masyarakat tentang hal mistik n vibrasi batu permata ini.

Ruby tidak terdapat di Indonesia tetapi penghasil ruby terbesar ada di Birma Myanmar,

Ruby birma terkenal dengan keindahannya yang lebih cerah dan merah daripada ruby ditempat lain.

Selain itu ruby juga didapat di Afrika seperti Tanzania, Mozambik, dengan karakteristik lebih sedikit gelap, tetapi tidak seluruh,

ruby Afrika yang kualitas bagus juga sangat mendominasi pasaran dunia.

Karena persediaan ruby sangat terbatas, dan untuk mencari ruby dengan kualitas tinggi yang kriteria bersih, merah, dan dengan potongan yang proporsional, maka barang tentu harganya akan melambung tinggi alias mahal😀.

Harga per carat ruby kualitas tinggi bisa kalau dirupiahkan bisa puluhan juta.

Tetapi walaupun ruby yang katanya ruby birma dan ukuran besar jikalau keindahannya sangat buram maka harganya tidak akan tinggi, malah cuma puluhan ribu rupiah saja😂.

Eksotisnya Ruby

Ruby yang paling bagus adalah ruby pigeon blood yang warnanya merah kental seperti darah merpati.

Tetapi juga mesti di imbangi dengan transfaransi yang bagus dan bersih,

dan bila ukuran besar dan tanpa treatment sama sekali maka dipastikan harganya sangat tinggi.

Ruby juga dikategorikan permata yang langka, berbeda dengan batu Sapphire yg juga langkal angka,ke Ruby sesama jenis corundum,  ruby jauh lebih langka.

Dikarenakan ruby masuk dalam batuan yang langka maka kadang di treatment / dipercantik untuk mendapatkan ruby yang mengisi kebutuhan pasar akan permata.

Treatment batu ruby :

No Treatment:

tidak di treatment sama sekali.

batu ketika ditemukan dalam keadaan rough/ bongkahan langsung di asah/cutting/faced.

untuk diketahui ruby ataupun jenis corundum semuanya ketika berbentuk bongkahan berbahan retak, buram, dan juga kadang tidak tembus cahaya.

Jadi untuk mendapatkan permata ruby yang berkualitas tanpa ditreatment sama sekali apalagi dalam ukuran besar, sangat sangat langka.

Tetapi ada juga ruby yang tidak di treatment sama sekali dan tidak jernih tentu saja harganya juga tidak akan bisa mahal.

Heat Treatment :

Heat/H, heat treatment Pemanasan

Sudah dilakukan oleh dimasa lalu dan telah dikenal ribuan tahun yang lalu.

Heat treatment bisa dikatakan tradisional treatment karena ketika ruby ditemukan dalam bentuk bongkahan/rough,

bila bahan yang ditemukan masih belum jernih warna nya maka dilakukan heat treatment untuk mempercerah warnanya.

Biasanya di panaskan didalam tungku yang perapiannya dari arang.

Heat treatment masih bisa di terima dikalangan kolektor permata dengan harga mahal bila Ruby nya memang berkualitas Gems (jernih, warna bagus).

Karena disamping sebagian besar ruby di pasaran di panaskan (heat).

Dan mereka menganalogikan bahwa ruby bila didalam perut bumi juga memerlukan panas,

Bedanya bumi memanaskan ruby ribuan sampai jutaan tahun, sedang manusia memanaskan hanya dalam beberapa jam.

Heat B ,

Treatment ini sedikit lebih berat dari Heat treatment.

Rough (bahan) Ruby dipanaskan dengan suhu yang tinggi.

Dan untuk menutupi celah retakan maka residu yang menutupi retakan bersatu dengan panas sehingga menimbulkan menjadi lem yang sempurna.

Sehingga tidak kelihatan retakannya tersebut, dan biasanya retakan yang menyatu itu hanya di bagian permukaan batu jadi bukan seluruh batu.

Jadi bisa di analogikan hanya di lem di permukaan saja disebabkan efek dari heat treatment.

Heat Be (Berylium)

Rough dipanaskan dengan bersama-sama berylium, yang berguna untuk memperjernih warna batu, dan efek dari ini adalah permanen.

Heat C,

sama dengan Heat B, Rubi dipanaskan tetapi bedanya residu yang merekat pada batu lebih banyak dan signifikan merekat didalam retakan batu.

Glass Filling Ruby/composite ruby, GF, :

ruby dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi dan signifikan terjadi perubahan warna dan di celah2 retakan ruby ruby masuk cairan gelas yang menutupi retakan.

Biasanya ruby ini kualitasnya sangat rendah, walau sudah di treatment masih juga kelihatan retakan dan buramnya.

Ruby tetaplah ruby sebagai batu mulia, istilahnya precious gems, intinya semakin bagus semakin mahal karena walau sudah ditreatment berat sekalipun kalau ruby nya bagus masih juga mahal.

Berbeda dengan barang imitasi, yang sering dipakai orang dan banyak dijual di kaki lima,

batu warna merah disebut merah siam yang berwarna merah terang seperti kelereng,

untuk diketahui bila ruby sebagus seterang sejernih itu harganya juga pasti ratusan juta rupiah di pasaran internasional,

tetapi di kaki lima hanya di jual puluhan ribu saja, karena ini bukan ruby, tapi ruby palsu atau imitasi.

Penjualan ruby termahal adalah pada pelelangan batu permata di Genewa Batu ruby ini di juluki Sunrise ruby

Beratnya 25.59 carat, dan terjual $30 juta atau sekitar 350 milyar rupiah kurang lebih, dengan harga per carat 1 juta dollar,

ruby ini tidak terlalu besar setaralah dg batu akik yang biasa kita pakai.

The Sunrise Ruby

Credit by : Ahmad Fikri

No comment for Mengenal Batu Permata Ruby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *